Implementasi Routing Static untuk Cisco
Apa itu Routing Static?
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Jalur-jalur spesifik ditentukan oleh administrator jaringan secara manual. Berikut adalah keuntungan dan kerugian menggunakan Routing Static.
Keuntungan menggunakan Routing Static:
- Meringankan beban kinerja Router.
- Routing Static lebih aman dibandingan Routing Dynamic.
- Tidak ada bandwith yang digunakan untuk pertukaran informasi dari tabel routing pada saat pengiriman paket atau lebih menghemat penggunaan Bandwith.
Kerugian menggunakan Routing Static:
- Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi jalur routing dari semua router yang terhubung.
- Tidak dianjurkan untuk penggunaan skala besar.
- Rentan terhadap kesalahan saat konfigurasi Routing static yang dilakukan secara manual.
Konfigurasi Routing Static di Cisco Packet Tracer
Dari sini Kita akan mencoba menerapkan cara mengkonfigurasi Routing Static di Cisco Packet Tracer dengan topologi sebagai berikut.
Penjelasan Topologi:
Terdapat 3 buah jaringan komputer dengan masing-masing Router sebagai Gateway dengan Network secara urut 192.45.1.0/24, 192.45.2.0/24 dan 192.45.3.10/24. Agar ketiga jaringan komputer tersebut terhubung satu sama lain memerlukan adanya Routing, dan pada kali ini akan menggunakan Routing Static untuk menghubungkan ketiga jaringan komputer tersebut. Untuk itu, pada masing-masing Router memiliki IP Address sebagai berikut.
Router1
- GigaE0/0 memiliki IP Address 192.45.100.1/24 yang terhubung dan satu jaringan dengan Router1.
- GigaE1/0 memiliki IP Address 192.45.1.1/24 yang menuju ke jaringan lokal dibawahnya dan sebagai gateway untuk jaringan komputer dengan Network 192.45.1.0/24.
Router2
- GigaE0/0 memiliki IP Address 192.45.100.2/24 yang terhubung dan satu jaringan dengan Router0.
- GigaE0/2 memiliki IP Address 192.45.101.1/24 yang terhubung dan satu jaringan dengan Router2.
- GigaE0/1memiliki IP Address 192.45.2.1/24 yang menuju ke jaringan lokal dibawahnya dan sebagai gateway untuk jaringan komputer dengan Network 192.45.2.0/24.
Router3
- GigaE 0/0 memiliki IP Address 192.45.101.2/24 yang terhubung dan satu jaringan dengan Router1.
- GigaE 1/0 memiliki IP Address 192.45.3.10/24 yang menuju ke jaringan lokal dibawahnya dan sebagai gateway untuk jaringan komputer dengan Network 192.168.3.0/24.
Terdapat parameter yang harus dipahami dalam mengkonfigurasi Routing Static.
|
Parameter Routing Static |
- Network : Network ID jaringan komputer yang dituju untuk dapat saling terhubung.
- Mask : Mask jaringan komputer yang diikut sertakan agar dapat saling terhubung.
- Next Hop : Gateway Out atau gerbang keluar dari Router jaringan itu sendiri.
Dan untuk perintah CLI penjelasannya adalah sebagai berikut.
|
|
|
CLI Routing Static |
- Mask.
- Next Hop atau Gateway Out
- Network ID yang dituju.
Konfigurasi Routing (Static Routing) di Cisco Packet Tracer - Kali ini saya akan memposting tentang Konfigurasi Routing Static di Cisco Paket Tracer.
Langkah-langkah Konfigurasi:
- Langkah pertama tentunya adalah memberikan atau alokasi IP Address masing-masing Interface pada ketiga Router tersebut.
Untuk melakukan penambahan IP dapat menggunakan perintah seperti dibawah :
Router1
Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: n
Router1#configure terminal (masuk ke menu konfigurasi)
Router1(config)#int gig0/0
Router1(config-if)#ip add 192.45.1.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shutdown
Router1(config-if)#exit
Router1(config)#int gig0/1
Router1(config-if)#ip address 192.45.100.1 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shutdown
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi pada Router2, klik pada Router2 dan pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: n
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#
Router2(config-if)#interface gig0/0/1
Router2(config-if)#ip address 192.45.2.1 255.255.255.0
Router2(config-if)#no shutdown
Router2(config-if)#exit
Router2(config)#int gig0/0/0
Router2(config-if)#ip add 192.45.100.2 255.255.255.0
Router2 (config-if)#no shutdown
Router2 (config-if)#exit
Router2 (config)#int gig0/2
Router2 (config-if)#ip add 192.45.101.10 255.255.255.0
Router2 (config-if)#no shutdown
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi pada Router3, klik pada Router3 dan pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]: n
Router>en
Router#conf t
Router3(config)#int gig0/0
Router3(config-if)#ip add 192.46.101.11 255.255.255.0
Router3(config-if)#no shutdown
Router3(config-if)#exit
Router3(config)#int gig0/1
Router3(config-if)#ip add 192.46.3.1 255.255.255.0
Router3(config-if)#no shutdown
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi Routing Static.
Klik Pada Router1, pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Router1(config)#ip route 192.45.3.0 255.255.255.0 192.45.100.2
Router1(config)#ip route 192.45.2.0 255.255.255.0 192.45.100.2
Router1(config)#exit
Router1(config)#wr
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi Routing Static.
Klik Pada Router2, pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Router2(config)#ip route 192.45.1.0 255.255.255.0 192.45.100.1
Router2(config)#ip route 192.45.3.0 255.255.255.0 192.45.101.11
Router2(config)#exit
Router2(config)#wr
Selanjutnya kita melakukan konfigurasi Routing Static.
Klik Pada Router3, pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Router3(config)#ip route 192.45.1.0 255.255.255.0 192.45.101.10
Router3(config)#ip route 192.45.2.0 255.255.255.0 192.45.101.10
Router3(config)#exit
Router3(config)#wr
Note : perintah WR bertujuan untuk menyimpan konfigurasi yang sudah kita buat agar tidak hilang setelah router hilang daya
Kemudian konfigurasi pada masing-masing PC dengan ip address seperti pada tabel diatas tadi.
PC0 :
Ip Address = 192.45.1.5
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.45.1.1
PC1 :
Ip Address = 192.45.2.5
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.45.2.1
PC2 :
Ip Address = 192.45.3.5
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.45.3.1
Lakukan pengecekan dari setiap PC ke PC lainnya dengan perintah PING.
Caranya masuk ke PC, klik Command Prompt.
Contoh : Ping dari PC0 192.45.1.45 ke PC 2 (192.45.2.5) dan PC 3 (192.45.3.5)
Hal ini sebagai pembuktian bahwa konfigurasi yang sudah kita buat berjalan dengan baik,
Selamat atas jerih payah kamu untuk belakar konfigurasi network sederhana
Salam Edukasi
Komentar
Posting Komentar